Simulasi ke-3 Pelaksanaan Visitasi/Assesment Lapangan Re-Akreditasi Prodi Ilmu Hukum FH UMP

Pada hari Jumat, 19 Juni 2020, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali menggelar Simulasi Ke-3 sebagai bagian dari rangkaian persiapan untuk menghadapi Visitasi/Assessment Lapangan Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Hukum. Simulasi ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi sejauh mana kesiapan seluruh elemen Fakultas Hukum dalam menghadapi proses penilaian yang sangat krusial ini. Acara ini dilaksanakan di ruang Aula Fakultas Hukum dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan fakultas, dosen, staf akademik, serta perwakilan unit yang terlibat dalam persiapan akreditasi.

Simulasi dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson, SH., S.Pn., MH. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini dalam rangka memastikan bahwa setiap aspek yang terkait dengan akreditasi sudah dipersiapkan dengan baik dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Beliau menekankan bahwa simulasi ini adalah kesempatan terakhir untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum tim asesmen dari BAN-PT datang untuk melakukan visitasi lapangan.

“Simulasi ini merupakan langkah krusial bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan matang menghadapi visitasi akreditasi. Setiap elemen yang terlibat perlu memastikan bahwa apa yang kami persiapkan sudah maksimal, dari dokumen hingga presentasi yang akan disampaikan,” ujar Dekan dalam sambutannya.

Setelah sambutan dari Dekan, acara dilanjutkan dengan pemaparan yang dipimpin oleh masing-masing Wakil Dekan dan ketua program studi terkait dengan kesiapan di bidang akademik, administrasi, serta fasilitas yang ada di Fakultas Hukum UM Palembang.

M. Soleh Idrus, SH., MH, Wakil Dekan I, yang bertanggung jawab dalam bidang akademik, menyampaikan kesiapan kurikulum Program Studi Ilmu Hukum yang telah disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dunia hukum dan standar pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa selama proses belajar mengajar, kualitas pembelajaran dan pengajaran adalah hal yang utama. “Kami memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan sudah memenuhi standar kompetensi dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja di bidang hukum,” ungkap M. Soleh Idrus.

Mona Wulandari, SH., MH, Wakil Dekan II yang membawahi bidang administrasi, memberikan penjelasan terkait pengelolaan administrasi akademik dan dokumen yang dibutuhkan untuk akreditasi. “Semua data mahasiswa, kegiatan pembelajaran, serta laporan-laporan terkait administrasi sudah kami siapkan dengan baik. Proses administrasi fakultas juga sudah berjalan dengan sistem yang transparan dan efisien,” terang Mona.

Sementara itu, Mulyadi Tanzili, SH., MH, Wakil Dekan III yang menangani sarana dan prasarana, menjelaskan tentang kesiapan fasilitas pendukung proses pendidikan, seperti ruang kelas, laboratorium, serta teknologi pembelajaran yang digunakan dalam perkuliahan daring. “Kami terus memperbarui fasilitas dan infrastruktur pendukung untuk memastikan mahasiswa mendapatkan akses yang maksimal dalam proses belajar, meskipun dalam format daring,” ujar Mulyadi Tanzili.

Setelah pemaparan dari masing-masing pengurus, simulasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh tim asesmen yang berperan sebagai pengganti tim asesmen BAN-PT. Pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari dokumen akademik, peraturan internal, hingga pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Tim asesmen menilai bagaimana Fakultas Hukum UM Palembang mempersiapkan segala hal untuk memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan oleh BAN-PT.

Salah satu fokus utama dalam sesi tanya jawab adalah bagaimana Fakultas Hukum UM Palembang mengelola pembelajaran jarak jauh (daring) selama masa pandemi COVID-19 dan apakah sistem evaluasi yang diterapkan dalam perkuliahan daring sudah sesuai dengan standar akademik. Dosen dan staf fakultas menjelaskan secara rinci mengenai platform yang digunakan, cara evaluasi yang diterapkan dalam ujian daring, serta bagaimana komunikasi antara dosen dan mahasiswa tetap terjalin dengan baik meskipun melalui platform digital.

Simulasi juga mencakup uji coba presentasi yang akan dilakukan oleh Fakultas Hukum UM Palembang kepada tim asesmen BAN-PT. Beberapa dosen dan staf diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasi mengenai inovasi yang telah dilakukan di Fakultas Hukum, serta pencapaian-pencapaian yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir. Presentasi ini bertujuan untuk menunjukkan kepada tim asesmen bahwa Fakultas Hukum UM Palembang memiliki komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan hukum.

Dalam evaluasinya, tim asesmen memberikan umpan balik yang konstruktif mengenai beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal penyusunan dokumen dan presentasi yang lebih terstruktur. Mereka juga mengingatkan agar Fakultas Hukum lebih menekankan pada bukti nyata mengenai implementasi kurikulum dan inovasi pendidikan, serta lebih memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses pembelajaran dan pengelolaan fakultas secara keseluruhan.

Setelah simulasi selesai, Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson, memberikan apresiasi kepada seluruh dosen dan staf yang terlibat dalam simulasi ini. “Simulasi ini memberikan banyak pelajaran dan masukan yang berharga bagi kita semua. Kita masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan, dan saya yakin kita bisa memperbaiki segala kekurangan yang ada,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dekan juga menekankan pentingnya kerja sama antara seluruh pihak di Fakultas Hukum untuk mewujudkan akreditasi yang optimal. “Kita semua harus saling mendukung dan berkolaborasi untuk memastikan bahwa Fakultas Hukum UM Palembang terus maju, memberikan pendidikan yang berkualitas, dan menjadi pusat unggulan pendidikan hukum di Indonesia.”

Dengan dilaksanakannya simulasi ke-3 ini, Fakultas Hukum UM Palembang semakin siap untuk menghadapi visitasi/assessment lapangan yang akan datang. Simulasi ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa segala persiapan, baik dari segi dokumen, fasilitas, maupun pengelolaan akademik, telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Fakultas Hukum UM Palembang berkomitmen untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik.