Pada hari Jumat, 10 Juli 2020, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) melaksanakan Simulasi Ke-4 dalam rangka persiapan menghadapi Visitasi/Assessment Lapangan Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Hukum yang akan dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Simulasi ini bertujuan untuk mengukur kesiapan seluruh elemen di Fakultas Hukum UM Palembang dalam menghadapi proses evaluasi yang sangat penting ini, serta untuk memastikan bahwa semua aspek yang diperlukan untuk akreditasi telah dipersiapkan dengan baik.


Simulasi ini berlangsung di ruang Aula Fakultas Hukum UM Palembang, dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh pimpinan fakultas, dosen, serta staf yang terlibat langsung dalam proses akreditasi. Kehadiran para pejabat struktural Fakultas Hukum, seperti Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan perwakilan unit-unit terkait, menunjukkan keseriusan fakultas dalam mempersiapkan diri untuk mendapatkan hasil akreditasi yang optimal.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson, SH., S.Pn., MH, yang menjelaskan tujuan dari simulasi ini. “Simulasi ini adalah langkah terakhir sebelum kita benar-benar menghadapi visitasi resmi dari BAN-PT. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing, baik dari segi dokumen, fasilitas, maupun interaksi dengan tim asesmen. Kami ingin memastikan bahwa Fakultas Hukum UM Palembang siap untuk menunjukkan semua pencapaian dan kualitas yang telah kita capai,” ujar Dekan.
Selanjutnya, simulasi dimulai dengan pemaparan oleh setiap unit yang terlibat dalam proses akreditasi. Masing-masing unit, seperti unit pengajaran, unit administrasi akademik, unit penelitian, dan unit pengabdian kepada masyarakat, diberikan kesempatan untuk mempresentasikan persiapan mereka dalam menghadapi visitasi. Tim asesmen yang diundang untuk simulasi ini berperan sebagai pengganti tim asesmen BAN-PT yang nantinya akan melakukan evaluasi langsung pada saat visitasi.
Wakil Dekan I, M. Soleh Idrus, SH., MH, yang bertanggung jawab dalam bidang akademik, mempresentasikan kesiapan kurikulum dan materi pembelajaran yang akan diajukan dalam proses akreditasi. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dan kualitas dalam implementasi kurikulum yang sesuai dengan standar BAN-PT. “Kami sudah melakukan berbagai perubahan dan perbaikan pada kurikulum untuk memastikan bahwa Program Studi Ilmu Hukum memiliki kualitas yang tinggi dan relevan dengan perkembangan di bidang hukum,” ungkap M. Soleh Idrus.
Mona Wulandari, SH., MH, Wakil Dekan II yang menangani masalah administrasi, memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa semua dokumen dan berkas yang diperlukan sudah siap dan sesuai dengan format yang ditentukan. Beliau juga menekankan perlunya sistem administrasi yang efisien agar semua proses dapat terlaksana dengan lancar. “Semua data dan dokumen sudah kami periksa secara teliti, dan kami siap untuk menunjukkan betapa transparannya pengelolaan administrasi di Fakultas Hukum,” ujar Mona.
Sementara itu, Mulyadi Tanzili, SH., MH, Wakil Dekan III yang bertanggung jawab atas sarana dan prasarana, menunjukkan kesiapan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, seperti ruang kelas yang dilengkapi dengan teknologi yang memadai untuk kuliah daring, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya. “Kami terus memperbarui fasilitas yang ada agar sesuai dengan standar akreditasi, termasuk dalam hal pengembangan teknologi pembelajaran,” terang Mulyadi Tanzili.
Simulasi juga mencakup sesi tanya jawab, di mana tim asesmen (yang berperan sebagai pengganti tim BAN-PT) mengajukan pertanyaan seputar dokumen, kebijakan, dan prosedur yang telah dipersiapkan oleh Fakultas Hukum UM Palembang. Hal ini bertujuan untuk menguji sejauh mana kesiapan fakultas dalam memberikan penjelasan yang jelas dan akurat mengenai semua aspek yang dinilai dalam proses akreditasi.
Rapat dan simulasi ini dilanjutkan dengan sesi diskusi antara para peserta, di mana dosen dan staf saling memberikan masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan menjelang visitasi yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil diskusi, beberapa perbaikan dilakukan, terutama dalam hal pematangan materi presentasi dan pengelolaan data yang lebih efektif.
Setelah seluruh simulasi selesai, Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson, memberikan evaluasi dan apresiasi terhadap kerja keras semua pihak yang telah terlibat dalam persiapan ini. “Saya sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam mempersiapkan diri menghadapi visitasi ini. Simulasi ke-4 ini sangat membantu kita untuk lebih siap dalam menghadapi penilaian yang sebenarnya. Saya yakin, dengan persiapan yang matang ini, kita bisa meraih hasil akreditasi yang baik,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, hasil dari simulasi ini akan dianalisis lebih lanjut dan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan bahwa segala persiapan sudah optimal. Fakultas Hukum UM Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik, administratif, dan fasilitas yang ada agar dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan status akreditasi Program Studi Ilmu Hukum.
Dengan terlaksananya simulasi ini, Fakultas Hukum UM Palembang semakin siap menghadapi visitasi/assessment lapangan Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Hukum yang akan datang. Simulasi ke-4 ini bukan hanya sebagai ujian kesiapan, tetapi juga sebagai langkah penting dalam memastikan bahwa Fakultas Hukum UM Palembang terus berkembang dan memberikan pendidikan yang berkualitas di bidang hukum.

