Simulasi ke-2 Pelaksanaan Visitasi/Assesment Lapangan Re-Akreditasi Prodi Ilmu Hukum FH UMP

Pada hari Jumat, 12 Juni 2020, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali mengadakan Simulasi Ke-2 sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi Visitasi/Assessment Lapangan Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Hukum yang dijadwalkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Simulasi ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilakukan oleh fakultas berjalan dengan baik, dan untuk mengevaluasi kesiapan dalam menyambut penilaian dari tim asesmen BAN-PT.

visitas Re- Akreditasi

Simulasi ke-2 ini dilaksanakan di ruang Aula Fakultas Hukum UM Palembang pada pukul 09.00 WIB dengan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta staf administrasi fakultas yang terlibat dalam proses akreditasi. Acara ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh civitas akademika Fakultas Hukum yang terlibat dalam pengumpulan dokumen akreditasi, pengelolaan sarana prasarana, serta pelaksanaan kurikulum dan kegiatan akademik.

Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson, SH., S.Pn., MH, membuka acara dengan sambutannya, yang menekankan pentingnya simulasi ini sebagai upaya terakhir untuk memastikan bahwa Fakultas Hukum UM Palembang siap menyambut visitasi dari tim asesmen BAN-PT. “Simulasi ini adalah langkah krusial dalam mempersiapkan kita semua. Kita harus dapat menunjukkan kesiapan kita dengan baik, baik dalam hal dokumen, fasilitas, maupun kualitas pembelajaran yang ada di fakultas,” ujar Dekan dengan semangat.

Simulasi ini melibatkan pemaparan persiapan dari setiap bidang yang dinilai dalam proses akreditasi, dimulai dengan M. Soleh Idrus, SH., MH, Wakil Dekan I yang bertanggung jawab dalam bidang akademik. Beliau memaparkan tentang kesiapan kurikulum Program Studi Ilmu Hukum, serta penerapan sistem pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan standar nasional dan perkembangan dunia hukum. “Kurikulum kami telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan di bidang hukum. Kami juga sudah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, terutama untuk perkuliahan daring, yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses materi kuliah,” ungkap M. Soleh Idrus.

Selanjutnya, Mona Wulandari, SH., MH, Wakil Dekan II yang membawahi bidang administrasi, menyampaikan pemaparan tentang pengelolaan dokumen dan administrasi akademik yang diperlukan untuk akreditasi. “Kami telah menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan, mulai dari kurikulum, data mahasiswa, hingga laporan kegiatan akademik dan non-akademik. Semua dokumen ini telah kami verifikasi dan pastikan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAN-PT,” jelas Mona.

Kemudian, Mulyadi Tanzili, SH., MH, Wakil Dekan III yang menangani sarana dan prasarana, memaparkan kesiapan fasilitas yang mendukung kegiatan akademik, seperti ruang kelas, laboratorium, ruang pertemuan, dan fasilitas pendukung lainnya. “Kami terus berusaha untuk memperbarui fasilitas dan infrastruktur yang ada. Kami juga memastikan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan dalam perkuliahan daring dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa, sehingga mereka tetap mendapatkan pengalaman belajar yang optimal,” tutur Mulyadi Tanzili.

Simulasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh tim asesmen yang berperan sebagai pengganti tim asesmen BAN-PT. Tim asesmen mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kesiapan Fakultas Hukum UM Palembang dalam menghadapi penilaian akreditasi, dengan fokus pada aspek kurikulum, administrasi, fasilitas, serta kualitas pengajaran dan pembelajaran. Beberapa pertanyaan difokuskan pada bagaimana fakultas dapat menjaga kualitas pengajaran meskipun di tengah situasi pembelajaran daring akibat pandemi COVID-19.

Sesi diskusi ini menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan sebelum visitasi sesungguhnya. Dosen dan staf memberikan penjelasan lebih rinci mengenai strategi pengajaran yang sudah dilakukan, serta berbagai inovasi yang diterapkan dalam mengelola kelas daring. Tim asesmen juga memberikan masukan mengenai cara-cara untuk memperbaiki dokumentasi dan meningkatkan komunikasi antara dosen, mahasiswa, serta staf administrasi.

Setelah sesi diskusi selesai, Dekan Nur Husni Emilson menyampaikan evaluasi dan apresiasi atas pelaksanaan simulasi yang telah berjalan dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen dan staf yang telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Kita harus terus memperbaiki segala hal yang masih kurang dan memastikan bahwa Fakultas Hukum UM Palembang siap memberikan yang terbaik dalam menghadapi visitasi BAN-PT,” ujar Dekan.

Dekan juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara semua elemen fakultas, baik dalam hal pengelolaan akademik, administrasi, hingga fasilitas, untuk memastikan Fakultas Hukum UM Palembang memperoleh hasil akreditasi yang optimal. “Akreditasi bukan hanya sekadar mendapatkan predikat baik, tetapi lebih dari itu, ini adalah langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan di fakultas kita,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya simulasi ke-2 ini, Fakultas Hukum UM Palembang semakin yakin bahwa mereka berada di jalur yang tepat dalam mempersiapkan diri untuk proses visitasi/assessment lapangan yang akan datang. Simulasi ini telah memberikan banyak masukan yang sangat berguna untuk melakukan perbaikan-perbaikan terakhir sebelum tim asesmen BAN-PT datang untuk melakukan penilaian secara langsung.

Fakultas Hukum UM Palembang semakin menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan hukum, dan dengan persiapan matang ini, diharapkan program studi ini dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan status akreditasi yang diperoleh, guna menciptakan lingkungan akademik yang lebih unggul dan bermutu tinggi.