Category Archives: KULIAH UMUM

20Okt/25

Fakultas Hukum UM Palembang dan SKK Migas-KKKS Sumsel Gelar Kuliah Umum

Palembang, 20 Oktober 2025, Fakultas Hukum UM Palembang an SKK Migas-KKKS Sumsel Gelar Kuliah Umum, Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Kuliah Umum tentang Hulu Migas pada Senin 20 Oktober 2025

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., ini menghadirkan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumsel Syafei Sapri dan tim Operation Services Officer SKK Migas Sumatera Selatan sebagai narasumber dengan moderator Dr. Serlika, S.H., M.H.

Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., mengawali sambutannya mengapresiasi penuh kepercayaan SKK Migas-KKKS wilayah Sumatera Selatan kepada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai mitra kolaborasi.

“Terima kasih kepada SKK Migas-KKKS wilayah Sumsel yang telah menggandeng Fakultas Hukum dalam kegiatan ini. Kuliah umum ini bukan sekadar forum penyampaian materi, tetapi momentum penting untuk membukakan cakrawala baru bagi mahasiswa kami terkait hukum energi, khususnya sektor hulu migas” ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, S.H., M.Hum., mahasiswa hukum tidak boleh hanya berkutat pada hukum pidana atau perdata konvensional. Dunia kerja menuntut SDM hukum yang mampu memahami sektor strategis seperti energi, lingkungan, dan investasi. Dengan adanya kuliah umum ini, ia berharap lahir calon ahli hukum migas dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang di masa depan.

Aspek legalitas menjadi tulang punggung dari keseluruhan proses eksplorasi hingga produksi. Dari mulai penerbitan izin lingkungan, perjanjian kerja sama, hingga penyelesaian sengketa apabila terjadi pelanggaran kontrak atau pencemaran wilayah operasional.

“Mahasiswa hukum wajib mengetahui bahwa sektor migas bukan hanya urusan teknis pengeboran. Di dalamnya ada ratusan klausul kontrak, regulasi perpajakan, ketentuan lingkungan, bahkan isu-isu ketenagakerjaan. Semuanya membutuhkan peran ahli hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, peluang karier lulusan hukum di sektor migas sangat terbuka lebar, baik sebagai legal officer di perusahaan KKKS, konsultan hukum energi, maupun auditor kontrak pemerintah.

Menutup sambutan, Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., mendorong bahwa kolaborasi ini tidak akan berhenti pada satu kuliah umum saja. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang siap menjajaki program lanjutan seperti magang, penelitian bersama, atau legal drafting workshop khusus sektor migas.

Sumber : SKK Migas-KKKS Sumsel Gandeng Fakultas Hukum UM Palembang Gelar Kuliah Umum, Mahasiswa Dibekali Wawasan Hukum Energi Terkini

17Okt/25

Kuliah Umum Litigasi, FH UM Palembang Hadirkan Hakim Militer Hingga PERADI

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkomitmen mencetak lulusan yang bukan hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik. Melalui kegiatan Kuliah Umum Kemahiran Hukum Litigasi bertajuk “Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Praktik Ilmu Hukum”, yang digelar pada Jumat–Sabtu, 17–18 Oktober 2025, mahasiswa diajak menyelami langsung dunia hukum dari para pelaku lapangan.

Tidak main-main, 4 narasumber dari lintas lembaga peradilan dihadirkan untuk membagikan pengalaman dan wawasannya. Hadir sebagai pemateri yakni Andi Atika Nuzli, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang; Dr. Azwar Agus, S.H., M.Hum., Ketua (Perhimpunan Advokat Indonesia) PERADI Kota Palembang; Mayor Chk (K) Dr. Endah Wulandari, S.H., M.H., Hakim Militer DILMIL 1-04 Kota Palembang; serta Dr. H. Masalan Bainon, S.Ag., M.H., Hakim Pengadilan Agama Kota Palembang.

Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Suharyono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari strategi penguatan keilmuan berbasis praktik nyata. “Selama ini mahasiswa banyak belajar hukum secara normatif. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka menyaksikan dan memahami bagaimana hukum bekerja di ruang sidang, bukan hanya di dalam buku,” ujarnya.

Menurutnya, kedekatan mahasiswa dengan praktisi hukum sejak di bangku kuliah akan mempercepat proses adaptasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang saat terjun ke dunia profesional, baik sebagai advokat, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya. Senada dengan itu, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Yudistira, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kehadiran narasumber dari berbagai lingkungan peradilan memberi warna tersendiri dalam proses pembelajaran.

“Ini bukan sekadar kuliah umum, tapi transfer pengalaman langsung dari para praktisi hukum. Mahasiswa bisa bertanya, berdiskusi, bahkan memahami etika dan dinamika profesi hukum secara nyata,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik berbasis praktik agar mahasiswa memiliki keunggulan kompetitif saat bersaing di dunia profesional.

Selama 2 hari pelaksanaan, suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Para narasumber tidak hanya membahas proses litigasi secara prosedural, tetapi juga membagikan kasus-kasus nyata yang mereka tangani. Misalnya, bagaimana PTUN menangani sengketa administrasi negara, bagaimana peran PERADI dalam menjaga profesionalisme advokat, dinamika persidangan di pengadilan militer, hingga penyelesaian perkara rumah tangga di pengadilan agama Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif dan progresif.

Tidak hanya mengandalkan kurikulum konvensional, namun juga mengembangkan pola pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) agar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang memahami hukum bukan sebagai teks, tetapi sebagai realitas yang hidup. Dengan adanya kolaborasi intensif antara akademisi dan praktisi, diharapkan lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya fasih berbicara hukum, tetapi juga mampu bertindak sebagai problem solver di tengah masyarakat.

Sumber : Kuliah Umum Litigasi, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Hadirkan Hakim Militer Hingga PERADI

31Okt/23

kuliah umum berasama BPIP RI

Palembang, 31 Oktober 2023, Kuliah Umum bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Rebublik Indonesia dengan Tema ” INTERNALISASI DAN INSTITUSIONALISASI NILAI PANCASILA BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBVANG”. dengan Pemateri :R.D.M. JOHAN JOHOR MULYADI. selaku Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi.

 

15Okt/22

Fakultas Hukum UM Palembang Mengadakan Kuliah Umum Bagi Mahasiswa

Palembang, 15 Oktober 2022, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Mengadakan Kuliah Umum Bagi Mahasiswa, dengan Pemateri :

1. Hendri Agustian,SH.,MH ( Pengadilan Negeri Baturaja )

2. Hujjah Tulhaq,SH.,MH ( Pengadilan PTUN )

3. H. Zulbakar,SH.,MH ( Kejaksaan Tinggi Sumsel )

 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Nur Husni Emilson, S.H., Sp.N., M.H., mengatakan bahwa kuliah umum ini, bertujuan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum.

Dengan diselenggarakannya kegiatan kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, dapat menambah wawasannya mengenai ilmu hukum dan perkembangan hukum di Indonesia, khususnya dari praktisi secara langsung.

05Okt/21

KULIAH UMUM LITIGASI Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang SEMESTER GANJIL 2021/2022

Palembang, 05 Oktober 2021, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Mengadakan Kuliah Umum Kemahiran Hukum Litigasi Semester Ganjil 2021/2022, dengan Tema ” Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Praktek Ilmu Hukum ” dengan Pemateri

  1. H. Zulbakar,SH.,MH ( Kejaksaan Tinggi Sumsel )
  2. Susilowati Siahan,SH.,MH ( Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang )
  3. Hj. Nurmala,SH.,MH ( Ketua Peradi Cabang Palembang )

18Sep/21

Penandatanganan Kerjasama Serta Kuliah Umum Fakultas Hukum UMP dengan LSP HKI

Palembang, 18 September 2021, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang mengadakan Kuliah Umum dengan Tema ” Perkembangan Hukum Kontrak Indonesia di era Globalisasi ”  serta Penandatanganan Kerjasama Program Uji Sertifikasi  antara Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Hukum Kontrak Indonesia (LSP HKI) .

18Agu/21

KULIAH UMUM DENGAN PRAKTISI

Palembang, Sabtu 14 Agustus 2021, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Mengadakan Kuliah Umum dengan Praktisi Dengan Tema “PERKEMBANGAN SISTEM PERADILAN DI MASA PANDEMI COVID  – 19 “. Melalui Zoom Meeting`

Sambutan

  • Nur Husni Emilson,SH.,M.Hum ( Dekan Fakultas Hukum UMP )

Moderator

  • Hasanal Mulkan,SH.,MH ( Sekrt. Prodi Ilmu Hukum UMP )

Narasumber

  • Hendri Agustian,SH.,M.Hum ( Wakil Ketua Pengadilan Negeri Baturaja )
  • Hujja Tulhaq,SH,MH ( Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara )

Masa Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini tak kunjung kunjung reda, bahkan setiap hari jumlah orang yang terpapar virus corona semakin hari semakin bertambah besar. Semua sektor di setiap lini negara tengah mengalami kelumpuhan total akibat wabah yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut. Namun, bukan menjadi halangan, perlahan tapi pasti beberapa terobosan pun dilakukan oleh Pemerintah untuk mengembalikan ke arah semula semua sektor yang berdaya dan berdaya di tengah pandemi Covid-19.

Konsep New Normal yang digagas oleh pemerintah, butuh kajian panjang dan resolusi dampak yang akan terjadi jika konsep lock down, PSBB, dan PPKM Berskala Mikro tetap dilanjutkan. Meski demikian, terobosan di dunia dan pemerintahan terus dilakukan dalam mengurangi tekanan virus tersebut, dalam rangka melakukan inovasi-inovasi yang cukup efektif dan efisien dilakukan di tengah masa pandemi.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Kuliah Umum dengan Praktisi yang bertema “Perkembangan Sistem Peradilan di Masa Pandemi Covid-19”, pada Sabtu (14/8/2021) secara virtual melalui media zoom.

Kegiatan kuliah umum dengan praktisi ini dibuka secara resmi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Nur Husni Emilson, S.H., Sp.N., M.H., dengan menghadirkan narasumber, Hendri Agustian, S.H., M.Hum., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Baturaja, dan Hujja Tulhaq, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang.

Nur Husni Emilson, S.H., Sp.N., M.H., dalam sambutannya  mengapresiasi kegiatan ini, dan merasa bangga dengan capaian-capaian Fakultas Hukum selama ini, mengingat sejak awal telah menelorkan praktisi-praktisi Hukum yang Handal, dan saat ini Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sudah terakreditasi A.

Menurutnya, ke depan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang akan lebih rutin untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa sebagai bentuk edukasi dan Pengabdian terutama peningkatan kegiatan Chatur Dharma Perguruan Tinggi.

Kuliah Umum dengan Praktisi yang bertema “Perkembangan Sistem Peradilan di Masa Pandemi Covid-19” sejalan dengan konsep yang baru-baru ini Mahkamah Agung gaungkan yaitu peradilan secara elektronik (e-Court) yang telah dikonsep sejak tahun 2019 lalu dengan membentuk Peraturan Mahkamah Agung.

Selain efektif dan efisien diterapkan di tengah masa pandemi, e-Court juga berperan sentral dalam modernisasi lembaga peradilan yang dikembangkan di beberapa negara maju. Dengan melakukan modifikasi penerapan e-Court diharapkan juga bisa berlaku di negara berkembang, seperti Indonesia.

Mobiltas masyarakat Indonesia yang semakin canggih dengan teknologi informasi pula dalam bidang pemerintahan dan pemerintahan, agar ke depan bisa menjadi dalam mengembangkan teknologi informasi berdaya di masa depan.

29Jul/21

Fakultas Hukum UM Palembang Gelar Focus Group Discussion (FGD) Strategi dan Langkah Menuju Akreditas Internasional Prodi

Focus Group Discussion (FGD) dengan Thema ” Strategi dan langkah – langkah Menuju Akreditas Internasional Program Studi.

Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Palembang Fokus Grup Diskusi (FGD) Strategi dan Langkah-Langkah Menuju Akreditasi Internasional Program Studi (Prodi), dengan narasumber Prof. Dr. Gunarto, S.H., S.E., Akt., M.Hum., Dekan Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung Semarang., dan Iwan Satriawan, S.H., M.Cl., Ph.D., Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada hari Rabu (28/7/2021) secara virtual melalui media daring zoom.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si., saat membuka acara mengatakan, akreditasi merupakan pengakuan kualitas terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan/organisasi yang berwenang sesuai kriteria penilaian yang telah ditetapkan oleh lembaga akreditasi baik nasional maupun internasional.

Kualitas sebuah perguruan tinggi diukur melalui capaian akreditasi. Melalui akreditasi akan tergambar kualitas sebenarnya perguruan tinggi maupun program studi, akreditasi bagi perguruan tinggi bukan saja merupakan amanat undang-undang. Melainkan sebuah gambaran yang menunjukkan kualitas dan legalitas sebuah perguruan tinggi yang dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk menentukan melanjutkan pendidikan.

Oleh karena itu bagi Universitas Muhammadiyah Palembang upaya meningkatkan peringkat akreditasi program studi dan akreditasi Perguruan Tinggi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan salah satu indikator kinerja utama (IKU) yang harus dicapai sesuai dengan Visi, Misi Tujuan dan Sasaran.

Ia melanjutkan, upaya untuk mendapatkan akreditasi unggul terus dilakukan secara berkesinambungan terprogram dan terencana, bahkan terhadap program studi yang sudah terakreditasi A diupayakan untuk mendapatkan akreditasi internasional. Hal ini penting guna mendorong kemajuan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam kancah pendidikan di era global. Dalam upaya untuk mencapai hal tersebut, telah dilakukan penataan infrastruktur fisik maupun non fhisik yang menjadi bagian penting untuk mencapai akreditasi Internasional.

Melalui berbagai pembenahan dari berbagai sektor itulah, diharapkan kualitas Universitas Muhammadiyah Palembang semakin baik. Penyediaan fasilitas pendidikan yang bersinergi dengan dunia usaha dan dunia industri, adalah strategi pendukung untuk mencapai kualitas perguruan tinggi berkelas internasional.

Penataan juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dosen maupun tenaga kependidikan, dosen harus mampu menghasilkan luaran yang berkelas internasional, tenaga kependidikan harus benar-benar profesional dan tersertifikasi sesuai dengan Tupoksinya. Demikian juga dengan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Palembang terus meningkatkan jumlah mahasiswa Internasional yang menempuh pendidikan yang dilakukan melalui kerjasama.

Menurutnya juga akreditasi Internasional ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan masyarakat internasional ditengah arus globalisasi saat ini. Jika tidak maka pendidikan di Indonesia akan semakin ketinggalan, Oleh karena itu sudah saatnya kita semua untuk mengambil langkah strategis secara terencana dan terprogram bagaiman Perguruan Tinggi maupun program studi khususnya yang ada di UMPalembang mendapatkan akreditasi Internasional.

“Saya selalu menekankan kepada program studi untuk meningkatkan peringkat akreditasi maupun menuju akreditasi internasional. Langkah tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing Universitas Muhammadiyah Palembang. Akreditasi Internasional bukanlah hanya proses yang tiba-tiba (one time process), tetapi akreditasi ini adalah proses mutu yang dilakukan secara terencana dan terus menerus (continues process)” jelasnya.

Oleh karena itu melalui FGD ini diharapkan dihasilkan indikator-indikator yang tertuang dalam instrumen akreditasi Internasional dapat segera dilakukan oleh fakultas dan program studi. Dengan langkah-langka itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki program studi yang terakreditasi Internasional dengan bekerja secara bersama-sama, terkoordinasi dan terprogram.