Palembang, 15 November 2025, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang jalin Kerjasama Mou dengan Institut Rahmaniyah Sekayu. yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025.



Palembang, 15 November 2025, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang jalin Kerjasama Mou dengan Institut Rahmaniyah Sekayu. yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025.



Prestasi membanggakan dikancah nasional kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Kali ini Syalwa Rizqi Syaqila dan Sendy Felisah Aprilia dalam ajang National Writing Competition 2025 (NWC 2025) di Universitas Andalas pada 1-2 November 2025.

National Writing Competition 2025 (NWC 2025) merupakan ajang kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas & Inteleksa untuk mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di seluruh Indonesia.
Dalam kompetisi bergengsi ini, Syalwa Rizqi Syaqila dan Sendy Felisah Aprilia meraih medali Silver dan Bronze dalam ajang National Writing Competition 2025 (NWC 2025) dengan menampilkan karya ilmiahnya yang berjudul “Digitalisasi Solusi Berbasis Penta-Helix sebagai Pemutus Rantai Kenakalan Remaja di Dunia Pendidikan dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)” dalam ajang tersebut.
Melalui karya tersebut, keduanya mengusung gagasan penerapan pendekatan Penta Helix yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap era digital dan mampu menekan angka kenakalan remaja di sekolah. Pendekatan ini dinilai relevan dengan target pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Syalwa Rizqi Syaqila dan Sendy Felisah Aprilia diajang National Writing Competition 2025 (NWC 2025) ini.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkompetisi secara nasional dengan ide-ide solutif dan relevan dengan isu sosial yang berkembang,” ujarnya.
Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., juga menegaskan bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan ilmiah dan kompetisi nasional sebagai wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, riset, dan penulisan akademik.
Capaian Syalwa dan Sendy ini menjadi bukti komitmen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Keberhasilan mereka juga diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus ke kancah yang lebih luas.


Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang kembali turut menyumbang medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin yang berlangsung dari 18 hingga 31 Oktober 2025.

Kali ini, Pasha Julian mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, berhasil menyumbang medali emas cabang olahraga Sepak Bola Putra. Pasha Julian menjadi salah satu peserta tim sepak bola yang berhasil meraih medali emas, dan mewakili Kota Palembang dalam ajang Porprov XV Sumsel tersebut.
Tahun ini, Porprov XV mempertandingkan 34 cabang olahraga, dengan total ribuan atlet yang bersaing untuk membawa pulang medali bagi daerahnya masing-masing. Ajang olahraga 2 tahunan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin ini, mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Pasha Julian dari Prodi Ilmu Hukum tersebut.
“Kami bangga dengan capaian Pasha Julian. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Semangat seperti inilah yang kami dorong di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Prestasi Pasha Julian menambah daftar panjang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang sukses mengharumkan nama kampus di ajang provinsi. Kampus terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi.
Kembali berprestasi, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang kembali turut menyumbang medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin yang berlangsung dari 18 hingga 31 Oktober 2025.

Kali ini M. Karang Nusantara mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, berhasil menyumbang 2 medali yakni, meraih 1 medali perak untuk cabang olahraga Gulat di Kelas Greco Roman Putra. Kemudian 1 medali perunggu untuk cabang olahraga Gulat di Kelas frestyle putra, untuk mewakili Kota Lubuk Linggau dalam ajang Porprov XV Sumsel tersebut.
Tahun ini, Porprov XV mempertandingkan 34 cabang olahraga, dengan total ribuan atlet yang bersaing untuk membawa pulang medali bagi daerahnya masing-masing. Ajang olahraga 2 tahunan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin ini, mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih M. Karang Nusantara dari Prodi Ilmu Hukum tersebut.
“Kami bangga dengan capaian M. Karang Nusantara. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Semangat seperti inilah yang kami dorong di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Prestasi M. Karang Nusantara menambah daftar panjang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang sukses mengharumkan nama kampus di ajang provinsi. Kampus terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang kembali turut menyumbang medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin yang berlangsung dari 18 hingga 31 Oktober 2025.

Kali ini Zelo Athallah Fidiamtiz mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, berhasil menyumbang 3 medali emas cabang olahraga Tenis Meja. Zelo Athallah Fidiamtiz mewakili Kota Palembang dalam ajang Porprov XV Sumsel tersebut.
Tahun ini, Porprov XV mempertandingkan 34 cabang olahraga, dengan total ribuan atlet yang bersaing untuk membawa pulang medali bagi daerahnya masing-masing. Ajang olahraga 2 tahunan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin ini, mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Zelo Athallah Fidiamtiz dari Prodi Ilmu Hukum tersebut.
“Kami bangga dengan capaian Zelo Athallah Fidiamtiz. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Semangat seperti inilah yang kami dorong di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Prestasi Zelo Athallah Fidiamtiz menambah daftar panjang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang sukses mengharumkan nama kampus di ajang provinsi. Kampus terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi.
Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Ririn Agustin dan Nurul Safitri, kembali mengharumkan nama kampus dengan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Keduanya berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang Temu Ilmiah Mahasiswa Prestasi Nasional (TIMPRESNAS) 2025 yang digelar di Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan, pada 16–20 Oktober 2025.

TIMPRESNAS merupakan forum akademik bergengsi yang mempertemukan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, gagasan, dan hasil penelitian mereka yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, inovasi teknologi, serta kontribusi terhadap tantangan global masa kini.
Dalam ajang tersebut, Ririn dan Nurul berpartisipasi pada kategori Lomba Essay Ilmiah, dengan karya berjudul “Eksplorasi Inovasi Generasi Z dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Dampak terhadap Tantangan Global.” Karya mereka mengupas tentang peran generasi muda dalam mengatasi berbagai persoalan dunia, seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan disrupsi teknologi, dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis inovasi berkelanjutan.
Menurut Ririn, pencapaian ini bukan hanya hasil kerja keras mereka berdua, tetapi juga dukungan dari dosen dan lingkungan kampus yang terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan inovatif.
“Kami belajar bahwa berkompetisi di tingkat nasional bukan hanya soal menang, tapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan dan meyakinkan orang lain bahwa anak muda punya solusi nyata untuk masa depan,” ujar Ririn.
Nurul menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba tersebut adalah bagaimana menyampaikan ide kompleks dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh juri.
“Kami berusaha menyajikan hasil riset kami dengan bahasa yang komunikatif dan relevan. Saat presentasi, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hukum juga bisa berpikir lintas disiplin, menggabungkan aspek hukum, sosial, dan inovasi teknologi,” katanya.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua mahasiswanya. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan kualitas dan semangat mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak hanya unggul dalam bidang hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu global.
“Ririn dan Nurul menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya berkutat pada teori perundangan, tapi juga mampu berkontribusi dalam isu-isu besar seperti pembangunan berkelanjutan dan transformasi sosial. Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita memiliki daya saing nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdul Hamid menegaskan bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah, riset, dan kompetisi akademik sebagai bagian dari pembentukan karakter intelektual dan profesional.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat unggul dan budaya akademik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkembang.
“Kami selalu mendorong mahasiswa untuk berani berkompetisi di berbagai ajang nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tidak kalah dalam hal gagasan, kemampuan berpikir analitis, dan kualitas komunikasi ilmiah,” ujar Prof. Abid.
Ia juga menambahkan bahwa universitas berkomitmen memperkuat ekosistem akademik yang mendukung mahasiswa dalam meneliti, menulis, dan mempresentasikan karya ilmiah. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi nasional seperti TIMPRESNAS dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi dunia profesional yang menuntut kreativitas dan kolaborasi.
Ajang Temu Ilmiah Mahasiswa Prestasi Nasional (TIMPRESNAS) setiap tahunnya menjadi salah satu barometer prestasi akademik mahasiswa di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun jejaring akademik, memperluas wawasan, dan mengasah kemampuan komunikasi ilmiah.
Prestasi Ririn Agustin dan Nurul Safitri menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
Palembang, 20 Oktober 2025, Fakultas Hukum UM Palembang an SKK Migas-KKKS Sumsel Gelar Kuliah Umum, Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Kuliah Umum tentang Hulu Migas pada Senin 20 Oktober 2025
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., ini menghadirkan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumsel Syafei Sapri dan tim Operation Services Officer SKK Migas Sumatera Selatan sebagai narasumber dengan moderator Dr. Serlika, S.H., M.H.


Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., mengawali sambutannya mengapresiasi penuh kepercayaan SKK Migas-KKKS wilayah Sumatera Selatan kepada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai mitra kolaborasi.
“Terima kasih kepada SKK Migas-KKKS wilayah Sumsel yang telah menggandeng Fakultas Hukum dalam kegiatan ini. Kuliah umum ini bukan sekadar forum penyampaian materi, tetapi momentum penting untuk membukakan cakrawala baru bagi mahasiswa kami terkait hukum energi, khususnya sektor hulu migas” ujarnya.
Menurut Abdul Hamid, S.H., M.Hum., mahasiswa hukum tidak boleh hanya berkutat pada hukum pidana atau perdata konvensional. Dunia kerja menuntut SDM hukum yang mampu memahami sektor strategis seperti energi, lingkungan, dan investasi. Dengan adanya kuliah umum ini, ia berharap lahir calon ahli hukum migas dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang di masa depan.
Aspek legalitas menjadi tulang punggung dari keseluruhan proses eksplorasi hingga produksi. Dari mulai penerbitan izin lingkungan, perjanjian kerja sama, hingga penyelesaian sengketa apabila terjadi pelanggaran kontrak atau pencemaran wilayah operasional.

“Mahasiswa hukum wajib mengetahui bahwa sektor migas bukan hanya urusan teknis pengeboran. Di dalamnya ada ratusan klausul kontrak, regulasi perpajakan, ketentuan lingkungan, bahkan isu-isu ketenagakerjaan. Semuanya membutuhkan peran ahli hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, peluang karier lulusan hukum di sektor migas sangat terbuka lebar, baik sebagai legal officer di perusahaan KKKS, konsultan hukum energi, maupun auditor kontrak pemerintah.
Menutup sambutan, Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., mendorong bahwa kolaborasi ini tidak akan berhenti pada satu kuliah umum saja. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang siap menjajaki program lanjutan seperti magang, penelitian bersama, atau legal drafting workshop khusus sektor migas.

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkomitmen mencetak lulusan yang bukan hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik. Melalui kegiatan Kuliah Umum Kemahiran Hukum Litigasi bertajuk “Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Praktik Ilmu Hukum”, yang digelar pada Jumat–Sabtu, 17–18 Oktober 2025, mahasiswa diajak menyelami langsung dunia hukum dari para pelaku lapangan.

Tidak main-main, 4 narasumber dari lintas lembaga peradilan dihadirkan untuk membagikan pengalaman dan wawasannya. Hadir sebagai pemateri yakni Andi Atika Nuzli, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang; Dr. Azwar Agus, S.H., M.Hum., Ketua (Perhimpunan Advokat Indonesia) PERADI Kota Palembang; Mayor Chk (K) Dr. Endah Wulandari, S.H., M.H., Hakim Militer DILMIL 1-04 Kota Palembang; serta Dr. H. Masalan Bainon, S.Ag., M.H., Hakim Pengadilan Agama Kota Palembang.

Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Suharyono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari strategi penguatan keilmuan berbasis praktik nyata. “Selama ini mahasiswa banyak belajar hukum secara normatif. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka menyaksikan dan memahami bagaimana hukum bekerja di ruang sidang, bukan hanya di dalam buku,” ujarnya.

Menurutnya, kedekatan mahasiswa dengan praktisi hukum sejak di bangku kuliah akan mempercepat proses adaptasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang saat terjun ke dunia profesional, baik sebagai advokat, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya. Senada dengan itu, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Yudistira, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kehadiran narasumber dari berbagai lingkungan peradilan memberi warna tersendiri dalam proses pembelajaran.

“Ini bukan sekadar kuliah umum, tapi transfer pengalaman langsung dari para praktisi hukum. Mahasiswa bisa bertanya, berdiskusi, bahkan memahami etika dan dinamika profesi hukum secara nyata,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik berbasis praktik agar mahasiswa memiliki keunggulan kompetitif saat bersaing di dunia profesional.

Selama 2 hari pelaksanaan, suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Para narasumber tidak hanya membahas proses litigasi secara prosedural, tetapi juga membagikan kasus-kasus nyata yang mereka tangani. Misalnya, bagaimana PTUN menangani sengketa administrasi negara, bagaimana peran PERADI dalam menjaga profesionalisme advokat, dinamika persidangan di pengadilan militer, hingga penyelesaian perkara rumah tangga di pengadilan agama Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif dan progresif.

Tidak hanya mengandalkan kurikulum konvensional, namun juga mengembangkan pola pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) agar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang memahami hukum bukan sebagai teks, tetapi sebagai realitas yang hidup. Dengan adanya kolaborasi intensif antara akademisi dan praktisi, diharapkan lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya fasih berbicara hukum, tetapi juga mampu bertindak sebagai problem solver di tengah masyarakat.
Palembang — Suasana di ruang rapat kecil Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMPalembang) sore itu terasa berbeda. Tidak ada diskusi hukum konvensional seperti biasanya. Di ruangan itu, sekelompok mahasiswa tengah melatih pronunciation, mendiskusikan artikel hukum internasional, dan berdebat dengan bahasa Inggris yang fasih. Inilah wajah baru pembelajaran hukum di kampus ini: English Club.

Bagi pimpinan fakultas, English Club bukan sekadar wadah belajar bahasa, melainkan langkah strategis menuju internasionalisasi. “Kami ingin mahasiswa Fakultas Hukum tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional. English Club ini menjadi gerbang awal menuju kelas internasional,” ujar H. Abdul Hamid Usman, S.H., M.H., Dekan FH UMPalembang.
Wakil Dekan I, Yudistira Rusydi, S.H., M.Hum., menambahkan bahwa keikutsertaan ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif dalam kegiatan internasional, “Mahasiswa tidak hanya akan belajar bahasa Inggris, tetapi juga bagaimana menyampaikan ide hukum secara sistematis, ilmiah, dan berkelas dunia.”
Sementara itu, Wakil Dekan II Dr. Khalisah Hayyatudin, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasinya atas semangat para delegasi dan menekankan pentingnya aspek soft skills, “Kemampuan komunikasi dan jejaring internasional adalah kunci bagi generasi hukum masa depan. Kami mendukung penuh keberadaan English Club sebagai ruang pembinaan berkelanjutan.”
Dari ruang latihan ke jurnal internasional, bukti nyata keberhasilan program ini datang melangkah lebih cepat dari yang dibayangkan. Helena Zafira (Fakultas Hukum) dan Khairul Basyar (Fakultas Kedokteran) mempublikasikan jurnal internasional bereputasi SAGE Journals. Pencapaian ini lahir, di bawah naungan English Club membuka ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Artikel mereka berjudul “Integration of Law and Medicine in the Protection of Healthcare Workers: A Case Study of Intimidation against Doctors in the Management of Suspected Tuberculosis” penelitian ini merupakan hasil kolaborasi bersama Kepala Kelompok Staff Medis Jantung dan Paru RS. Moh. Hoesin yaitu Dr. dr. Alexander Edo Tondas, Sp.JP(K)-FIHA, FICA, FAPSC yang turut memberikan kontribusi akademik dan bimbingan substansial dalam penyusunan artikel ilmiah tersebut.
“Kami belajar bagaimana hukum dan kedokteran bisa berjalan beriringan. Awalnya tersara seperti tantangan baru, tapi juga menjadi tambahan untuk wawasan” ujar Helena mengenang proses risetnya. Sementara itu, Khairul menambahkan, kolaborasi lintas fakultas ini membuka perspektif baru. “Kami ingin hasil riset ini benar-benar punya dampak untuk perlindungan tenaga kesehatan di Indonesia,” tuturnya.

Menjadi bagian dari forum akademik dunia, English Club tidak berhenti di ruang pembinaan. Delegasi yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum kini mewakili UMPalembang dalam The 7th Open Society Conference 2025 yang digelar oleh Universitas Terbuka pada 14 Oktober 2025. Konferensi bertema “Collaborative Digital Transformation for Social Inclusion: Innovations, Equity, and Global Lessons” ini dihadiri para akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Delegasi bukan hanya “hadir” ia menjadi bagian dari percakapan global.

Tak lama sebelumnya, delegasi English Club juga tampil sebagai presenter dalam 2nd UiTM International Law Student Conference 2025 yang diselenggarakan Universiti Teknologi MARA secara daring.
Konferensi ini mengusung tema “Reimagining Legal Paradigms in Response to Global Challenge”, dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara. Dalam forum paralel, delegasi mahasiswa FH UMPalembang tampil menyampaikan gagasan hukum di hadapan audiens internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata English Club dalam membangun jejaring akademik global dan melatih keberanian mahasiswa berbicara di forum internasional.
Salah satu delegasi, Aqqila Farrij Ramadhan, mengungkapkan kebanggaannya dapat ikut serta dalam forum internasional tersebut. “Ini pengalaman pertama saya berbicara dalam forum internasional. Awalnya gugup, tapi dukungan dari tim English Club membuat saya percaya diri. Kegiatan seperti ini membuka wawasan kami tentang bagaimana hukum dibahas di tingkat global,” ujarnya.

Kolaborasi dan jejak multidisipliner, kiprah mahasiswa hukum ini juga mewarnai International Conference Lampung 2025. Dalam forum tersebut, Tiara Sahda dan Arisandy Permana Paza menyajikan topik “Dari Perspektif KUHP Baru: Kontradiksi antara Prinsip Relativisme dan Universitalitas Pidana.”
Mereka tampil bersama Dr. Heriyono Tardjono, S.H., M.Kn. (Co-Founder Citra Institute) dan Dr. Ardiana Hidayah, S.H., M.H. (Dekan FH Universitas Palembang), membuka ruang dialog multidisipliner tentang arah hukum pidana Indonesia.

Tak hanya itu, delegasi English Club juga menjadi peserta aktif dalam International Conference on Sustainable Humanistic Energy Transition and Economic Transformation, berdiskusi tentang transisi energi global dan tantangan hukum lintas sektor.
English Club turut berpartisipasi dalam International Conference bertajuk “Sustainable Humanistic Energy Transition and Economic Transformation.”
Dekan FH UMPalembang menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam mendukung penguatan kapasitas global mahasiswa. “Kami mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi di berbagai forum akademik internasional agar semakin siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Kegiatan berskala internasional ini menjadi ruang akademik terbuka yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu strategis terkait transisi energi berkeadilan dan transformasi ekonomi berkelanjutan. FH UMPalembang berharap keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi internasional ini dapat memperluas wawasan, membangun jejaring global, serta memperkuat eksistensi kampus di tingkat internasional.

Karakter Akademik Internasional “English Club bukan sekadar program belajar bahasa,” tegas Dr. Serlika Aprita, S.H., M.H., Pembina English Club FH UMPalembang. “English Club adalah ruang pembentukan karakter akademik. Kami ingin mahasiswa punya keberanian bersuara di forum internasional, dengan bahasa dan argumen yang kuat.”

Menurutnya, program ini juga didesain sebagai ruang berlatih kepemimpinan akademik: mahasiswa tak hanya menjadi pendengar, tapi juga pembicara aktif dalam forum global dari seminar, konferensi, hingga publikasi ilmiah bereputasi.
Menuju fakultas hukum bertaraf global, dengan berbagai capaian tersebut, FH UMPalembang secara perlahan namun pasti sedang menapaki jalur internasionalisasi. English Club menjadi simpul strategis tempat mahasiswa belajar, tumbuh, dan mengukir jejak global. Di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa Inggris bukan lagi sekadar kemampuan tambahan. Ia adalah tiket masuk ke meja perundingan internasional, ruang konferensi global, dan publikasi bereputasi. English Club FH UMPalembang membuktikan ketika bahasa dan ilmu hukum bertemu, batas negara tak lagi menjadi sekat. Yang ada hanyalah ruang luas untuk tumbuh dan bersuara
Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) kembali menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Bacth ke -18 pada Sabtu 11 Oktober 2025. Pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak calon advokat yang Profesional, Berintegritas serta Bermartabat.

Ketua Panitia Kegiatan PKPA Abdul Jafar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pilihan peserta PKPA memilih Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sangat tinggi, sehingga dibulan Oktober dilaksanakan kembali angkatan 18 tahun 2025.
Periode PKPA ini sudah bertambah kembali kepercayaan di bidang pemerintahan diantaranya kerjasama dengan pemerintahan Kabupaten PALI Kabid Hukum ada 3 orang yang di ikutsertakan dalam PKPA ini. Ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap PKPA Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang masih tinggi.

Pada kesempatan yang sama Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Yudistira, S.H., M.Hum., menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang salah satu kampus tertua di sumsel.
Diharapkan alumni-alumni PKPA Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dapat membaca dan memahami setiap persoalan hukum yang dihadapi di masyarakat. Dalam PKPA ini peserta diberikan pemahaman kopetensi hukum secara terapan, pemahaman hukum secara praktis seperti menganalisa kasus pidana, perdata maupun gugatan di peradilan tata negara usaha.
Yudistira, S.H., M.Hum., berharap lulusan PKPA Bacth ke-18 ini tidak hanya mengedepankan pemahaman hukum akan tetapi juga dapat memiliki integritas dan profesional yang tinggi dalam menjalankan profesi advokat. Sehingga nama fakultas hukum tetap dijaga dengan baik. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dan PERADI telah melahirkan banyak advokat yang sukses berkiprah di berbagai bidang hukum.
Yudistira, S.H., M.Hum., pada kesempatan yang sama menyampaikan dengan keberlanjutan kegiatan PKPA ini Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang mensuport penuh dengan memperbaiki fasilitas sarana dan prasarana dan pendukung lainnya dalam menjaga kepercayaan masayarakat. Sehingga semakin banyak calon-calon advokat yang memilih PKPA di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.
